Selasa, 03 Januari 2012

Ki Daus dan Sepak Bola | Ki Daus Suporter Persib Bandung


Kecintaan Ki Daus terhadap Persib Bandung tak perlu diragukan lagi. Di era 1980-an, dia tak pernah melewatkan satu pun laga kandang Persib di Stasion Siliwangi.Ki Daus Pernah Loncat Benteng Stadion.

Ki Daus kemudian mengenang saat menonton laga Persib di Stadion Siliwangi puluhan tahun silam. Memiliki sifat nakal sejak masih berusia belasan tahun, dia selalu menghalalkan segala cara agar bisa menonton langsung laga Persib.

Nonton tanpa membeli tiket, hingga loncat dari benteng stadion, pernah dilakukan Ki Daus demi Persib. Lokasi rumah yang berdekatan dengan Stadion Siliwangi membuat semangat Ki Daus kerap terbakar setiap Persib berlaga.


"Dulu memang Aki termasuk anak nakal karena selalu menghalalkan segala cara untuk bisa menonton Persib. Mulai dari melewati kemacetan jalan, nonton tanpa beli tiket, hingga meloncati benteng stadion. Yang penting Aki bisa nonton Persib, apa pun Aki lakukan bersama teman-teman lainnya," ungkap Ki Daus

Namun, saat melihat kelakuan bobotoh saat ini yang seringkali anarkistis, Ki Daus justru kesal. Selain itu, lanjutnya, bobotoh saat ini terkesan terlalu jauh ikut campur dalam permasalahan internal tim manajemen.

Kehadiran bobotoh dinilainya bisa mencoreng nama besar Persib. Jumlah bobotoh yang semakin banyak, dikhawatirkan membuat Maung Bandung semakin tak aman. Dulu Ki Daus mengaku sempat memiliki sifat seperti bobotoh saat ini. Sayangnya, saat ini sikap bobotoh sudah berlebihan.

"Bobotoh ayeuna mah beuki anarkistis. Jangan seperti itu seharusnya karena kita harus berpikir lebih dewasa lagi. Jangan sampai mencoreng nama besar Persib karena kelakuan kecil yang nantinya berakhir konyol," pungkasnya.






Grab The Bookmarketer For Your Site

Ayu Ting Ting Bertahan, Norman Kamaru Berawan Gelap di Tahun 2012


Menurut paranormal Ki Kusumo, karir artis Ayu Ting Ting diprediksi akan tetap stabil di tahun 2012 karena keberuntungan masih ada padanya. Bahkan, akan ada lagi kemunculan bintang fenomenal di dunia hiburan tanah air meski tidak gaungnya sekuat seperti saat Inul Daratista muncul. "Tahun 2012 akan muncul artis sefenomenal Inul. Kalau sekarang Ayu Ting Ting. Tapi saya lihat dia tidak sekuat Inul. Ayu Ting Ting muncul karena faktor keberuntungan. Dia beruntung tahun 2011. Tahun 2012 masih bisa lebih bagus karena tahun pencerahan. Habis itu baru surut. Ini dipengaruhi juga oleh faktor kejenuhan masyarakat," tutur Ki Kusumo saat dihubungi wartawan.

Dalam 'pandangan' Ki Kusumo, artis yang paling apes mungkin Norman Kamaru. Ia diprediksi akan jalan di tempat. "Setelah dia keluar dari Kepolisian karirnya akan berjalan biasa-biasa saja. Saya tidak yakin dia bisa meledak. Masih ada awan gelap yang melingkupi dia," lanjut produser film DRAKULA CINTA ini. Untuk tahun 2012, menurutnya lagi, gebyar kehidupan selebritis masih akan banyak diwarnai soal perselingkuhan, dengan sedikitnya kasus perceraian. Kasus narkoba juga ada tetapi tidak akan seheboh tahun-tahun lalu. "Akan ada kasus besar selebriti yang selama ini terpendam akan terungkap," tandasnya. Secara keseluruhan, tahun 2012 adalah tahun yang baik. Dan Ki Kusumo mengaku tidak punya tips khusus bagi selebritis untuk menghadapi tahun naga air yang akan datang. "Paling penting adalah bagaimana kita bisa melakukan sebuah inovasi, hal yang baru, sehingga di tahun yang baru akan menghasilkan sesuatu yang lebih maju," pungkasnya.






Grab The Bookmarketer For Your Site

Artis Indonesia Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan


Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan biasa dipanggil Denada (lahir di Jakarta, 19 Desember 1978; umur 32 tahun) adalah penyanyi dan aktris Indonesia. Putri sulung pasangan Emilia Contessa, penyanyi yang terkenal pada tahun 1970-an, dan Rio Tambunan ini awalnya penyanyi pop yang kemudian mengambil spesialisasi rap, namun belakangan terjun ke dangdut.

Karier
Denada awalnya dikenal sebagai rapper papan atas Indonesia pada awal 1990-an. Ia kemudian meninggalkan karier sebagai rapper untuk melanjutkan pendidikan di Australia. Sekembalinya dari Australia, Denada mencoba kembali ke dunia musik namun berpindah jalur ke aliran dangdut. Lagu-lagu dangdutnya sukses dan Denada bahkan masuk sebagai unggulan dalam beberapa penghargaan musik, di antaranya Anugerah Musik Indonesia dan Penghargaan MTV Indonesia pada tahun 2005. Selain itu, wanita yang pernah menempuh pendidikan di Australia ini juga menggeluti dunia akting di sinetron. Beberapa sinetron yang pernah dibintanginya di antaranya "Hari-hari Mau", "Nyari Bini", "Rahasia Ilahi", dan "Cahaya Surga".






Grab The Bookmarketer For Your Site